Posted by:BACHTIAR
Pada bagian ini Anda akan mempelajari
sejarah singkat perkembangan teori graph serta beberapa pengertian dasar
teori graph Setelah Anda mengenal beberapa pengertian teori graph,
selanjutnya akan disajikan materi graph sebagai model matematika dan
aplikasinya yang mencakup graph sebagai model matematika, graph berarah
sebagai model matematika, jaringan kerja, silsilah keluarga, sistem
komunikasi, jaringan transportasi, desain arsitektur, dan ikatan kimia.
Mengingat materi yang akan Anda pelajari ini merupakan landasan utama
dalam mempelajari Teori graf, maka pemahaman yang baik tentang materi
yang disajikan merupakan langkah yang tepat dalam upaya memahami materi
setiap pembahasan secara keseluruhan.
Setelah mengenal sejarah tentang teori graf ini, anda diharapkan mengenal sejarah singkat munculnya teori graph
B.Rumusam Masalah
Adapun rumusan masalah dari ugas ini adalah :
Adapun rumusan masalah dari ugas ini adalah :
menjelaskan sejarah perkembangan teori graph
menjelaskan Bentuk Permodelan teori graph
menjelaskan Bentuk Permodelan teori graph
A.Sejarah Lahirnya Teori Graf
Teori graph merupakan sebuah pokok bahasan yang muncul pertama kali pada tahun 1736, yakni ketika Leonhard Euler mencoba untuk mencari solusi dari permasalahan yang sangat terkenal yaitu Jembatan Konigsberg. Di kota Konigsberg (sebelah timur Prussia, Jerman sekarang), sekarang bernama kota Kaliningrad, terdapat sungai Pregal yang mengalir mengitari pulau Kneiphof lalu bercabang menjadi dua buah anak sungai.
Teori graph merupakan sebuah pokok bahasan yang muncul pertama kali pada tahun 1736, yakni ketika Leonhard Euler mencoba untuk mencari solusi dari permasalahan yang sangat terkenal yaitu Jembatan Konigsberg. Di kota Konigsberg (sebelah timur Prussia, Jerman sekarang), sekarang bernama kota Kaliningrad, terdapat sungai Pregal yang mengalir mengitari pulau Kneiphof lalu bercabang menjadi dua buah anak sungai.
Konigsberg, sebuah kota di bagian utara Jerman, memiliki sebuah kisah
terkenal yang memberikan pengaruh besar pada kehidupan seorang bernama
Euler dan sejarah perkembangan teori Graph. Sungai Pregel yang
melalui Konigsberg membagi wilayah daratan pada kota tersebut menjadi
empat bagian. Tujuh buah jembatan dibangun di atas sungai tersebut pada
bagian yang memungkinkan untuk bepergian antar keempat wilayah tersebut.
Pada abad ke-17, warga Konigsberg gemar berjalan di tepi sungai, hingga
akhirnya beberapa dari mereka memikirkan apakah mungkin untuk
berjalan di Konigsberg dan melalui setiap jembatan hanya sekali. Hal
inilah yang kemudian disebut Teka-Teki Jembatan Konigsberg yang tidak
dapat terselesaikan untuk waktu yang cukup lama dan menjadi terkenal di
seluruh negeri.
Teka-teki tersebut menarik perhatian Euler, yang
diyakini ketika itu berada di St. Petersburg. Ia kemudian meneliti
bahwa kasus tersebut dapat direpsersentasikan dalam diagram. Setelah
sekian banyak kegagalan warga Konigsberg untuk menemukan cara
melalui seluruh jembatan hanya sekali, hingga akhirnya pada tahun 1736
masalah tersebut dijadikan sebuah kasus matematika dan kemustahilan,
untuk menyelesaikan teka-teki tersebut terbukti. Pada tahun tersebut,
seorang pakar matematika ternama, Leonard Euler, menulis sebuah artikel
yang membahas tidak hanya solusi atas teka-teki Konigsberg semata, akan
tetapi juga dilengkapi dengan metode umum untuk persoalan serupa lainnya
.
Gambar di atas merupakan representasi graf dari jembatan
Konisberg, konon kabarnya, Penduduk kota Konisberg (sekarang bernama
Kalilingrad, di Uni Soviet) sering berjalan – jalan pada saat libur ke
kota tersebut. kemudian muncul suatu keinginan untuk dapat menikmati
daerah tersebut dengan melalui ketujuh jembatan tepat satu kali yakni
bermula dari satu tempat ( A, B, C atau D) dan kembali ketempat semula.
Mereka berusaha untuk memperoleh rute yang sesuai dengan keinginan
tersebut dan selalu mencoba menjalaninya. setelah mencoba berkali-kali
ternyata mereka tidak berhasil kemudian mereka mengirim surat kepada
Euler. Namun sesuai dengan tulisannya bahwa tidak mungkin seseorang
dapat melalui ketujuh jembatan itu masing-masing satu kali dan kembali
lagi ketempat semula. karena pada graph model jembatan Konigsberg itu
tidak semua simpul berderajat genap (derajat sebuah simpul adalah jumlah
sisi yang bersisian dengan simpul yang bersangkutan).
Dalam
kasus jembatan Konigsberg huruf C akan muncul sebanyak tiga kali (BAC,
DAC, BDC) karena terdapat lima jembatan yang menyusun jalan menuju C.
Kemudian, karena tiga jembatan menyusun jalan menuju A, maka A akan
muncul sebanyak dua kali (CDA, BDA). Dengan cara serupa kita dapatkan
bahwa kemunculan B dan D juga dua kali. Maka dalam kombinasi delapan
huruf sebagai solusi dengan kemunculan huruf ,C dan D sebanyak
masing-masing dua kali, ternyata kombinasi seperti itu tidak mungkin
ada, sehingga kesimpulannya adalah bahwa teka-teki Konigsberg adalah
mustahil.
B. Bentuk Permodelan Graf
1. Aplikasi pada Teka-Teki Tukang Pos Cina
Orang pertama yang memperkenalkan masalah untuk menemukan rute terpendek untuk melintasi setiap sisi graf minimal satu kali dalah Meigu Guan. Guan menganalogikan seorang pengantar surat yang ingin mengantarkan surat-suratnya melalui sebuah jaringan jalan dan kembali ke kantor pos secepat mungkin. Jack Edmonds menyebutnya dengan Teka-Teki Tukang Pos Cina.
1. Aplikasi pada Teka-Teki Tukang Pos Cina
Orang pertama yang memperkenalkan masalah untuk menemukan rute terpendek untuk melintasi setiap sisi graf minimal satu kali dalah Meigu Guan. Guan menganalogikan seorang pengantar surat yang ingin mengantarkan surat-suratnya melalui sebuah jaringan jalan dan kembali ke kantor pos secepat mungkin. Jack Edmonds menyebutnya dengan Teka-Teki Tukang Pos Cina.
Definisi masalah:
Seorang tukang pos
berjala melalui sebuah lintasan tertutup dengan menggunakan setiap sisi
jalan minimal satu kali. Rute terpendek adalah sebuah rute dengan total
bobot sisi minimum. Kumpulan M yang beranggotakan sisi-sisi E(G) yang
merupakan bagian dari graf G, di mana tidak ada dua sisi yang berakhir
pada simpul yang sama disebut matching pada graf G. Matching yang setiap
simpul di dalamnya bukan merupakan simpul akhir dari sisi manapun
disebut matching sempurna.
Tujuan akhir dari Teka-Teki Tukang Pos
Cina ini adalah mencari sebuah rute optimal dari sebuah graf berbobot,
di mana setiap bobot sisi merepresentasikan suatu kuantitas terukur
tertentu, tergantung pada masing-masing kasus (contohnya jarak, waktu,
biaya, dll). Sesungguhnya jika semua simpul pada graf memiliki derajat
bernilai genap, maka setiap rute Euler adalah suatu rute optimal. Akan
tetapi jika tidak, maka sejumlah sisi harus ditinjau ulang. Oleh karena
itu, tujuan akhir solusi teka-teki ini adalah mencari setiap sisi buntu
dengan jumlah bobot minimum.
Edmonds dan Johnson dengan
menggunakan algoritma polinomial waktu berhasil menyelesaikan Teka-Teki
Tukang Pos Cina tersebut. Ide utama dari algoritma Edmonds dan Johnson
adalah mencari sisi dengan jalur terpendek antara simpul-simpul
berderajat ganjil, di mana bobot sisi dipandang sebagai jarak. Jika
sisi-sisi antara dua simpul berderajat ganjil diduplikasi, maka
simpulsimpul tersebut akan tetap sama.
2.Pemodelan graph dan
otomata atau yang disebut PGO atau lebih familiar dengan Teori graf dan
otomata atau TGO bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang dalam
konteks besar atau dengan masalah tingkat kompleks dengan membuat suatu
rancangan atau simulasi model.Membuat model ditujukan untuk dapat
mempermudah menyelesaikan masalah dengan biaya dan resiko yang minimal.
Model yang dibuat adalah berupa matematis dengan persamaan dan fungsi
ataupun secara visual.
Dalam pembuatan lintasan balap
atau sirkuit balap tidak sembarangan dalam membuat perlu diperhatikan
arah angin dan juga kondisi wilayah. Dengan mempertimbangankan
aspek-aspek tersebut maka keamanan balap akan terjaga. Untuk mempermudah
mengatasi masalah itu maka dilakukan miniatur lintasan dengan kontur
wilayah yang sama, kemudian untuk arah angin akandiletakkan kipas angin
kecil untuk menguji coba pada lintasan.
Selain itu dalam membuat
peta juga menggunakan skala, hal ini juga menggunakan pemodelan.Dalam
melihat wilayah tertentu hanya dibuat simbol-simbol tertentu untuk
mempermudah mengerjakan suatu masalah. Pembuatan suatu jaringan komputer
juga dapat dilakukan pemodelan.Kemudian dalam membuat tiang listrik
juga dapat dilakukan pemodelan.Alat deteksi wajah juga menggunakan
pemodelan dengan menggunakan model pohon diagram.Rencana tata ruang dan
tata wilayah juga menggunakan pemodelan juga. Penyebaran wabah penyakit
juga dapat dilakukan pemodelan untuk mempermudah penanganan dan
antisipasi. Penyebaran penduduk sebagaiprediksi penyebaran penduduk juga
dapat dilakukan. Kemudian penyebaran kebakaran hutan juga dapat
dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan yang lebih luas, dengan cara
menghitung kelembapan udara dan arah angin.
3.Isomer senyawa kimia karbon
Arthur Cayley (1857) menggunakan graf dalam memodelkan molekul senyawa alkana CnH2n+2 untuk menghitung jumlah isomernya. Atom karbon (C) dan atom hidrogen (H) dinyatakan sebagai simpul, sedangkan ikatan antara atom C dan H dinyatakan sebagai sisi . Isomer adalah senyawa kimia yang mempunyai rumus molekul sama tetapi rumus bangun (bentuk graf) berbeda.
Arthur Cayley (1857) menggunakan graf dalam memodelkan molekul senyawa alkana CnH2n+2 untuk menghitung jumlah isomernya. Atom karbon (C) dan atom hidrogen (H) dinyatakan sebagai simpul, sedangkan ikatan antara atom C dan H dinyatakan sebagai sisi . Isomer adalah senyawa kimia yang mempunyai rumus molekul sama tetapi rumus bangun (bentuk graf) berbeda.
Teori graph merupakan sebuah pokok bahasan yang muncul pertama kali
pada tahun 1736, yakni ketika Leonhard Euler mencoba untuk mencari
solusi dari permasalahan yang sangat terkenal yaitu Jembatan
Konigsberg.Adapun banyak sekali bentuk-bentuk pemodelan dari garaf
misalnya; teka-teki tukang pos di cina Pemodelan graph dan otomata atau
yang disebut PGO atau lebih familiar dengan Teori graf dan otomata atau
TGO bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang dalam konteks besar
atau dengan masalah tingkat kompleks dengan membuat suatu rancangan atau
simulasi model.Membuat model ditujukan untuk dapat mempermudah
menyelesaikan masalah dengan biaya dan resiko yang minimal. Model yang
dibuat adalah berupa matematis dengan persamaan dan fungsi ataupun
secara visua
Isomer senyawa kimia karbon Arthur Cayley (1857)
menggunakan graf dalam memodelkan molekul senyawa alkana CnH2n+2 untuk
menghitung jumlah isomernya. Atom karbon (C) dan atom hidrogen (H)
dinyatakan sebagai simpul, sedangkan ikatan antara atom C dan H
dinyatakan sebagai sisi . Isomer adalah senyawa kimia yang mempunyai
rumus molekul sama tetapi rumus bangun (bentuk graf) berbeda.
B. Saran
Semoga setelah membaca makalah ini kita semua akan lebih mengetahui tentang sejarah dari teori graf dan pemodelannya. Dan dapat mengetahui betapa pentingnya mempelajari mata kuliah tentang teori graf ini.
Semoga setelah membaca makalah ini kita semua akan lebih mengetahui tentang sejarah dari teori graf dan pemodelannya. Dan dapat mengetahui betapa pentingnya mempelajari mata kuliah tentang teori graf ini.

0 comments: